Skip to main content

Cara Browsing di Internet Tanpa Terlacak Melindungi Privasi | Diego Murdani

Pengrajin Tenun Tanimbar Dapat Pelatihan


Saumlaki (ProDaring) - Staf Ahli Inpex Masela, Halida Hatta menyatakan salah satu program tanggung jawab sosial  perusahaan di bidang pemberdayaan ekonomi kepada masyarakat di Kabupaten Kepulauan Tanimbar adalah adanya pelatihan tenun Tanimbar bagi pengrajin di Desa Amdasa, Kecamatan Wertamrian. Maluku Tenggara Barat yang telah dimulai sejak bulan November 2018.

Inpex Masela perusahaan migas asal Jepang itu melakukan pelatihan tersebut dalam program kolaborasi dan sinergi bersama Bank Indonesia (BI).

Halida Hatta menyampaikan hal tersebut saat kegiatan inagurasi dan penutupan tahap I program pengembangan kain Tenun Tanimbar yang dihadiri oleh perwakilan BI Maluku, Asisten 2 Setda Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten KT dan sejumlah undangan bertempat di balai Desa Amdasa, Maluku Selasa.

Halida menjelaskan program ini merupakan program lanjutan dari program pengembangan Tenun Tanimbar yang telah dirintis Inpex sejak 2013 lalu. Oleh karena itu, ia berharap dengan program lanjutan itu dapat merevitalisasi Tenun Tanimbar, Maluku baik sebagai budaya lokal maupun ekonomi kreatif masyarakat.

Sementara bagi Bank Indonesia, kata dia, program ini merupakan bentuk dari program pengembangan ekonomi lokal.  Inpex dan BI, lanjutnya, melihat banyak potensi ekonomi yang bisa dihasilkan dari pelatihan tenun, karena tenun ini merupakan pemicu potensi ekonomi lainnya seperti menjahit seragam atau produk fashion lainnya.

“Kami bersyukur bisa jalin kerja sama dengan BI. Tadi kita dengar bersama bahwa BI di mana kantor mereka berada ingin untuk membangkitkan dan juga mengembangkan potensi-potensi masyarakat,” ujarnya.

Pelatihan tenun tahap pertama  dilakukan dalam jangka waktu empat bulan dengan fokus melatih kelompok tenun di Desa Amdasa agar fasih menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM), kemudian belajar proses pewarnaan alam, dilanjutkan dengan belajar mengkombinasikan sulam dalam kain yang mereka tenun, dan para penenun dlatih fokus pada peningkatan kualitas kain.

Dalam tahapan berikutnya, Inpex Masela berencana akan memfokuskan pelatihan pada peningkatan kemampuan mereka dalam teknik ikat, sehingga variasi motif-motif kain tenun yang mereka hasilkan akan menjadi lebih banyak.

Comments

Popular posts from this blog

Cara Browsing di Internet Tanpa Terlacak Melindungi Privasi | Diego Murdani

  Halo teman-teman, kali ini kita akan membahas mengenai fitur incognito atau yang juga banyak orang kenal dengan sebutan private browsing. Fitur ini sangat penting bagi mereka yang ingin menjaga privasi saat browsing menggunakan internet. Artikel ini disajikan oleh Diego Einstein Murdani, yang suka berbagai pengetahuan dan membagikannya melalui beberapa media daring. Salah satu dapat dibaca di sini dan pada posting menarik ini . Incognito mode atau private browsing adalah fitur yang tersedia pada browser seperti Google Chrome, Mozilla Firefox, dan lain-lain. Fitur ini memungkinkan kita untuk browsing tanpa meninggalkan jejak seperti riwayat browsing, cookie, dan data form yang kita masukkan. Ini sangat berguna untuk memastikan privasi kita tetap terjaga saat kita browsing internet. Jadi, mari kita bahas lebih lanjut mengenai fitur ini. Pikiran kita seperti sebuah buku yang dapat terbaca orang lain, dan browser kita seperti halaman-halaman dalam buku tersebut. Incognito mode memba...

7 Aplikasi Payroll Gratis dan Keuntungan Berbasis Web

  Telepon pintar yang mulai akrab oleh beberapa pengguna sekitar tahun 2000’an membuat mereka melek teknologi. Namun saat itu penggunanya hanya terbatas pada kalangan menengah ke atas. Memasuki tahun 2005, masyarakat kelas menengah mulai melirik perangkat komunikasi ini seiring dengan ditinggalkannya telepon layar kecil jenis Nokia. Karena pekerjaan dan masyarakat menuntut untuk menggunakan sarana dalam telepon pintar, maka masyarakat menengah ke bawah juga mulai membelinya. Peluang tersebut dimanfaatkan oleh William Tanuwijaya, seorang pengusaha muda yang jeli memanfaatkan peluang konsumerisme generasi milenalial. Pada 2007 dia membuat aplikasi belanja pada telepon pintar yang menghubungkan pemiliki barang dengan pembeli. Dua tahun pertama usaha tersebut kesulitan mendapat suntikan modal. Baru pada 2009 sebuah permodalan bernama East Ventures tertarik untuk menyuntikan dana pada perusahaan yang baru merintis atau lazim disebut start up ini. Tambahan modal itu mendapat dukungan ant...

Phapros Gunakan Green Chiller Hemat 20 Persen

Semarang, 4/5 (ProDaring) - PT Phapros, Tbk menggunakan "green chiller" sebagai sistem pendingin berbasis hidrokarbon untuk pabriknya di Simongan, Semarang, sehingga mampu berhemat sampai 20 persen. "Penggunaan 'green chiller' ini mampu menghemat tagihan listrik lebih dari 20 persen," kata Direktur Utama PT Phapros Barokah Sri Utami saat peresmian "green chiller" di Pabrik Phapros Simongan Semarang, Jumat. Dari akumulasi rupiahnya, Emmy, sapaan akrab Barokah menyebutkan penggunaan sistem pendingin yang ramah lingkungan itu membuat anak usaha PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) mampu berhemat Rp500 juta. Dengan sistem pendingin yang efisien tersebut, kata dia, investasi akan semakin terprediksi sesuai dengan kenaikan harga listrik dan bisa meningkatkan citra perusahaan dalam penggunaan teknologi terbarukan. Untuk penerapan sistem pendingin tersebut, Phapros menggandeng Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Deutsche Gesellschaf...